PEKANBARU (Bidikonline.com) - Pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018-2023 akan dilaksanakan di Hotel Ar...[read more] "> PEKANBARU (Bidikonline.com) - Pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018-2023 akan dilaksanakan di Hotel Ar" />
Sabtu, 20 Oktober 2018
Follow Us:
Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB
Kepala Daerah Abaikan Panggilan Bawaslu
Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:40 WIB
KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain
Rabu, 17 Oktober 2018 - 19:21 WIB
Alfedri Serahkan Dana Kemitraan
19:21 WIB - Bupati Inhil Benarkan Informasi Proyek Preservasi | 19:21 WIB - Pemprov Dan BPH Migas Optimalkan Pemanfaatan Data Pengguna BBM | 19:21 WIB - Firdaus Jadi Kandidat | 19:21 WIB - Kepala Daerah Abaikan Panggilan Bawaslu | 19:21 WIB - Ahmad Dhani Melawan Status Tersangka | 19:21 WIB - Fuadi : Siap Bermitra Dengan MOI
/ Pekanbaru / Noviwaldi Jusman: Ini Konsekuensi dari Pesta Demokrasi /
Soal Pencabutan Nomor Urut Calon Gubernur Riau di Hotel,
Noviwaldi Jusman: Ini Konsekuensi dari Pesta Demokrasi
Selasa, 13 Februari 2018 - 13:58:49 WIB
PEKANBARU (Bidikonline.com) - Pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018-2023 akan dilaksanakan di Hotel Aryaduta Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru, Selasa, (13/2/2018) besok. Sebagai salah satu bagian penting dari "pesta" demokrasi, pihak DPRD Riau merasa lumrah jika acara ini dilaksanakan dengan menyewa gedung hotel yang cukup besar untuk menampung seluruh yang hadir nantinya.

Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman kepada GoRiau.com melalui telepon seluler, Senin, (12/2/2018), menyampaikan alasan utama penyewaan gedung tersebut adalah untuk menampung jumlah massa yang hadir, yang diperkirakan cukup besar. Menurutnya, hal ini adalah konsekuensi yang harus ditanggung dalam pengadaan "Pesta Demokrasi".

'Karena ini adalah perhelatan besar, akan dihadiri oleh pejabat-pejabat partai, pemangku kepentingan daerah, lembaga - lembaga atau instansi vertikal semua menyaksikan, jadi pasti jumlah massanya nanti banyak. Kalau ini menurut saya, jangan dipandang dari sisi untuk mencari ribut, ini adalah konsekuensi dari Pesta demokrasi," terangnya.

Dijelaskan Noviwaldy kemudian, terkait dana APBD yang dikeluarkan untuk penyewaan hotel tersebut tidak dapat disebut pemborosan, karena dana untuk pemilu adalah dana yang telah dihibahkan oleh DPRD.

Selain itu, kisaran anggaran sebelumnya telah disesuaikan dengan persyaratan dan kesepakatan di pusat, kemudian diatur oleh MPHD penggunaannya, dan diawasi oleh DPRD dan BPK sebagai auditor dalam pelaksanaan.

'Jadi begini, kita sudah menghibahkan melalui APBD ke mereka, anggaran itu telah sesuai dengan yang dipersyaratkan dan kesepakatan perhitungan di pusat, dan MPHD yang mengatur untuk apa anggaran itu digunakan, ada pengawasannya dari kita, dan BPK auditor keuangan ini. Jadi saya rasa bukan pemborosan, karena pertimbangan jumlah massa yang besar dan situasi kondisi lainnya," jelasnya.

Sementara itu, terkait alasan pemisahan acara penetapan calon dan pencabutan nomor urut pada hari ini dan besok, Noviwaldy menyebutkan hal itu karena dalam acara pencabutan nomor urut, semua pihak yang berkepentingan diharuskan hadir.

"Karena kalau pencabutan nomor urut, harus disaksikan oleh semua pihak, bahkan biasanya televisi membuat acara langsung. Jadi kita sesuaikanlah kondisinya, supaya jangan berdesakan seperti di KPU kemarin," ujarnya.

Untuk memaknai "Pesta Demokrasi" ini, Noviwaldy pun menghimbau berbagai pihak agar tidak selalu meributkan hal-hal yang dirasa masih wajar, sehingga menyebabkan konflik di masyarakat. Diharapkan semua pihak, baik dikalangan masyarakat, media, dan lainnya, mengawasi pemilukada ini dengan realistis, demi mencapai "Pesta Demokrasi" dengan tertib dan damai.

"Intinya saya bilang, penyewaan gedung itu tidak mahal, kita juga tidak buat acara lain, tidak ada makan, siap pencabutan nomor langsung bubar, jadi biayanya wajar saja sesuai kapasitas penampungannya. Saya bilang lagi, inikan konsekuensi, ada suatu pengeluaran akibat kebutuhan, jadi saya minta supaya jangan selalu mempeributkan hal-hal seperti ini, kemarin misalnya, saya minta pemilihan langsung oleh DPR, semua ribut tidak setuju, sekarang pemilihan langsung oleh masyarakat, ribut lagi, kan semua ada konsekuensinya, jadi harus mengerti,"paparnya. (grc)


Berita Lainnya :
  • Bupati Inhil Benarkan Informasi Proyek Preservasi
  • Pemprov Dan BPH Migas Optimalkan Pemanfaatan Data Pengguna BBM
  • Firdaus Jadi Kandidat
  • Kepala Daerah Abaikan Panggilan Bawaslu
  • Ahmad Dhani Melawan Status Tersangka
  • Fuadi : Siap Bermitra Dengan MOI
  • DPRD Pelalawan Gelar Rapat Paripurna Istimewa
  • Gubri Tinjau Pembangunan Dua Fly Over di Simpang Ska dan Pasar Pagi
  • KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan