Pekanbarau (Bidikonline.com) – Masyarakat Nias yang hendak bepergian mengunakan jasa kapal laut  menjerit . Masalahnya PT. Pelabuhan...[read more] "> Pekanbarau (Bidikonline.com) – Masyarakat Nias yang hendak bepergian mengunakan jasa kapal laut  menjerit . Masalahnya PT. Pelabuhan" />
Sabtu, 24 Februari 2018
Follow Us:
Kamis, 17 Agustus 2018 - 22:42 WIB
Pemkab Fokus Pada SDM dan Ekonomi Kerakyatan
Sabtu, 05 Agustus 2018 - 24:10 WIB
DPRD Inhil Harapkan Tertib dan Aman
Senin, 31 Juli 2018 - 18:57 WIB
DPRD : Pedomani Permendagri Nomor 33 Tahun 2017
18:57 WIB - Lebih Kurang 50 Hektar Lahan Dan Hutan Terbakar | 18:57 WIB - Bupati dan ASN Inhu Teken Pakta Integritas | 18:57 WIB - Pjs Bupati Inhil Buka Kemah Prestasi Terpadu | 18:57 WIB - Formas Riau Gelar Rapat Konsulidasi DPP | 18:57 WIB - DPRD Pekanbaru: "Kita Tak Heran" | 18:57 WIB - DPRD Inhil Tolak Ranperda Penambahan Modal PDAM
/ Kepulauan Nias / Masyarakat Menjerit , Kutipan PAS PELINDO I Cabang Gunungsitoli Tinggi /
sub_judul
Masyarakat Menjerit , Kutipan PAS PELINDO I Cabang Gunungsitoli Tinggi
Senin, 05 Februari 2018 - 12:55:11 WIB
Pekanbarau (Bidikonline.com) – Masyarakat Nias yang hendak bepergian mengunakan jasa kapal laut  menjerit . Masalahnya PT. Pelabuhan Indonesia Cabang Gunung Sitoli lakukan  Kutipan PAS terminal penumpang sebesar Rp 6000/kepala. Ironisnya besaran kutipan yang dilakukan pihak pelindo tidak diketahui Pemda Nias.

Kutipan PAS yang dilakukan pihak pelabuhan sebesar Rp 6000/kepala ini sungguh sangat meresahkan masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kapal laut . Menurut Ketua umum Lsm forum sosial investigasi konstruksi Indonesia (Forsiki)  Onas Lahagu kepada Bidikonline, kutipan yang dilakukan pihak pelabuhan sudah diluar batas.

Betapa tidak kata Onas untuk satu orang tanpa terkecuali warga Nias yang hendak pergi menggunakan jasa kapal laut harus membayar Rp 6000/kepala. Jika seorang ibu yang menggendong anaknyapun  harus membayar  juga, sungguh diluar prikemanusiaan jelas Onas.

Hal itu saya lihat ketika saya (Onas-red) pulang dari Nias menuju Pekanbaru,  wajib bayar PAS Rp 6000/kepala, lucunya lagi jelas Onas jika yang membawa kereta hanya bayar Rp 2000, anehkan yang bawa kereta Rp 2000 sedangkan pejalan kaki Rp 6000. Belum lagi untuk PAS expedisi sebesar Rp.100.000/unit

Untuk itu kita minta kepada Pemda Nias agar lebih memperhatikan kutipan yang dilakukan PELINDO I Cabang Gunungsitoli, sementara kutipan ini memang pernah terjadi pada tahun 2011 tapi hanya Rp 500/kepala bukan seperti sekarang ini harganya selangit, jelas Onas.

Humas walikota Gunungsitoli, Devit K. Buulolo, ketika dihubungi menyampaikan membenarkan adanya kutipan yang dilakukan PT. Pelindo  namun masalah besar kecilnya kita tidak tau, jelas Devit.

Sementara kepala  Dinas perhubungan Kota Gunung Sitoli , A. Harefa mengatakan sampai saat ini belum ada kerjasama PAS terhadap penumpang pejalan kaki jadi kami tidak bisa campur tangan katanya.

PT. Pelindo , Subiyanto mengatakan untuk PT. Pelindo I wewenang Pemko Gunungsitoli (Gusit) sama sekali tidak ada untuk membuat harga uang pas di pelabuhan, itu keputusan kami.(Onas Lahagu)

 

 



Berita Lainnya :
  • Lebih Kurang 50 Hektar Lahan Dan Hutan Terbakar
  • Bupati dan ASN Inhu Teken Pakta Integritas
  • Pjs Bupati Inhil Buka Kemah Prestasi Terpadu
  • Formas Riau Gelar Rapat Konsulidasi DPP
  • DPRD Pekanbaru: "Kita Tak Heran"
  • DPRD Inhil Tolak Ranperda Penambahan Modal PDAM
  • Dana Operasional TRGD Riau Capai Rp49,5 Miliar
  • Wakil Ketua DPRD Riau Teken Pernyataan Sikap Massa
  • Andi, Firdaus dan Syamsuar Terancam Dibatalkan
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan