Bidikonline.com - Hingga saat ini Bos PT. hutahaean, Harangar Wimar (HW) Hutahaean belum ditahan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau, dikaren...[read more] "> Bidikonline.com - Hingga saat ini Bos PT. hutahaean, Harangar Wimar (HW) Hutahaean belum ditahan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau, dikaren" />
Sabtu, 20 Oktober 2018
Follow Us:
Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB
Kepala Daerah Abaikan Panggilan Bawaslu
Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:40 WIB
KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain
Rabu, 17 Oktober 2018 - 19:21 WIB
Alfedri Serahkan Dana Kemitraan
19:21 WIB - Bupati Inhil Benarkan Informasi Proyek Preservasi | 19:21 WIB - Pemprov Dan BPH Migas Optimalkan Pemanfaatan Data Pengguna BBM | 19:21 WIB - Firdaus Jadi Kandidat | 19:21 WIB - Kepala Daerah Abaikan Panggilan Bawaslu | 19:21 WIB - Ahmad Dhani Melawan Status Tersangka | 19:21 WIB - Fuadi : Siap Bermitra Dengan MOI
/ Hukum / Bos PT. Hutahaean Tak Kunjung Ditahan /
Kasus Pengelolaan Hutan
Bos PT. Hutahaean Tak Kunjung Ditahan
Sabtu, 03 Februari 2018 - 14:45:10 WIB
Bidikonline.com - Hingga saat ini Bos PT. hutahaean, Harangar Wimar (HW) Hutahaean belum ditahan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau, dikarenakan tersangka masih dalam keadaan sakit.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bidokkes RS.Bhayangkara Polda Riau untuk mengecek surat sakit tersangka.

"Surat keterangan sakit dari kuasa hukum tersangka sudah kita cek bersama dengan Pihak RS.Bhayangkara, saat ini tersangka masih dalam keadaan sakit,"terang Guntur pada Riau24.com, Jumat, 2 Februari 2018 siang.

Dilanjutkan mantan Kapolres Pelalawan ini, oleh karena itu proses tahap II berkas perkara dan tersangka HW Hutahaean pun mesti ditunda penyidik Ditreskrimsus Polda Riau hingga kondisinya membaik.

Diberitakan sebelumnya, PT Hutahaean ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau pada Juli 2017 silam. Dalam kasus ini, perusahaan dituding mengeksploitasi lahan seluas 835 hektare di luar Hak Guna Usaha (HGU).

Namun, setelah dilakukan penyelidikan di lokasi, tim penyidik menemukan adanya indikasi penguasaan lahan tanpa izin pada afdeling delapan seluas 835 hektare.

Dalam hal ini, polisi turut melibatkan empat tim ahli lingkungan untuk melakukan pengkajian dan pengukuran lahan.(r24)


Berita Lainnya :
  • Bupati Inhil Benarkan Informasi Proyek Preservasi
  • Pemprov Dan BPH Migas Optimalkan Pemanfaatan Data Pengguna BBM
  • Firdaus Jadi Kandidat
  • Kepala Daerah Abaikan Panggilan Bawaslu
  • Ahmad Dhani Melawan Status Tersangka
  • Fuadi : Siap Bermitra Dengan MOI
  • DPRD Pelalawan Gelar Rapat Paripurna Istimewa
  • Gubri Tinjau Pembangunan Dua Fly Over di Simpang Ska dan Pasar Pagi
  • KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan