Bidikonline.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menjadi tersangka ...[read more] "> Bidikonline.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menjadi tersangka " />
Kamis, 18 Januari 2018
Follow Us:
Kamis, 17 Agustus 2018 - 22:42 WIB
Pemkab Fokus Pada SDM dan Ekonomi Kerakyatan
Sabtu, 05 Agustus 2018 - 24:10 WIB
DPRD Inhil Harapkan Tertib dan Aman
Senin, 31 Juli 2018 - 18:57 WIB
DPRD : Pedomani Permendagri Nomor 33 Tahun 2017
18:57 WIB - Ancaman 6 Tahun Bui Mulai Bayangi Nikita Mirzani, Kasusnya | 18:57 WIB - 2018, Fokus Masih Karhutla | 18:57 WIB - Serahkan 136 SK, Ini Permintaan Bupati Bengkalis kepada Pendamping Desa | 18:57 WIB - Minim Pendaftar, Assessment Pemko Pekanbaru Hanya Formalitas? | 18:57 WIB - Februari, Pemprov Riau Usulkan Lagi Nama Calon Direktur BRK | 18:57 WIB - Facebook Hatta Munir Di Retas
/ Nasional / Fredrich Yunadi Dijadikan Tersangka oleh KPK /
Fredrich Yunadi Dijadikan Tersangka oleh KPK
Kamis, 11 Januari 2018 - 12:12:30 WIB
Bidikonline.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menjadi tersangka terkait menghalang-halangi penyidikan Setya Novanto saat berstatus tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, statusnya sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan.

"Informasinya sudah dilakukan penyidikan sore ini akan diumumkan," kata Febri, Rabu (10/1).

Sebelumnya, Fredrich dan tiga orang lainnya, yakni Hilman Mattauch, ajudan Setya Novanto yakni AKP Reza Pahlevi serta pihak swasta, Achmad Rudyansyah dicegah bepergian ke luar negeri.

Febri mengatakan, pencegahan terhadap keempat orang tersebut berlandaskan pasal 12 ayat 1 huruf b Undang-undang KPK tentang pelarangan seseorang ke luar negeri.

Pasal tentang pencegahan ini sebelumnya sempat digugat oleh kubu Setya Novanto melalui Kuasa hukumnya Fredrich Yunadi ke Mahkamah Konstitusi saat itu pasal yang di uji materi kan adalah pasal 12 dan 46 ayat 1 dan ayat 2 Undang-undang KPK.

Sementara itu, dalam penyelidikan merintangi penyidikan Setya Novanto, Hilman diduga ikut menyembunyikan mantan ketua DPR itu ketika tengah dicari-cari penyidik KPK ke rumahnya kawasan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta selatan.

KPK juga sempat menyampaikan peringatan keras agar tidak ada pihak yang mencoba menyembunyikan mantan ketua umum Partai Golkar itu untuk jalani proses hukum sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP saat itu.

"Ancaman hukumannya cukup berat yakni tiga sampai 12 tahun penjara. Tentu KPK harus pelajari lebih dulu sejauh mana perbuatannya," ucap Febri.(rgc)


Berita Lainnya :
  • Ancaman 6 Tahun Bui Mulai Bayangi Nikita Mirzani, Kasusnya
  • 2018, Fokus Masih Karhutla
  • Serahkan 136 SK, Ini Permintaan Bupati Bengkalis kepada Pendamping Desa
  • Minim Pendaftar, Assessment Pemko Pekanbaru Hanya Formalitas?
  • Februari, Pemprov Riau Usulkan Lagi Nama Calon Direktur BRK
  • Facebook Hatta Munir Di Retas
  • Utang Luar Negeri Pemerintah Diproyeksi Terus Meningkat
  • Kakanwil Riau Serahkan Beasiswa Kepada Kadisdikbud Inhu
  • Anggota DPRD Meranti Menutup Secara Resmi STQ Tingkat Desa Teluk Ketapang
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan