JAKARTA (Bidikonline.com) - Tim penyidik KPK mengirimkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich ...[read more] "> JAKARTA (Bidikonline.com) - Tim penyidik KPK mengirimkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich " />
Minggu, 23 09 2018
Follow Us:
Minggu, 23 September 2018 - 13:40 WIB
SBY WO dari Kampanye Damai
Minggu, 23 September 2018 - 13:30 WIB
Bendera Partai di Disediakan KPU
Minggu, 23 September 2018 - 13:22 WIB
SBY Abaikan Komitmen Kampanye
13:22 WIB - 'Satu Jari' di Kampanye Damai | 13:22 WIB - Tak Serahkan Laporan Dana Kampanye | 13:22 WIB - SBY WO dari Kampanye Damai | 13:22 WIB - Bendera Partai di Disediakan KPU | 13:22 WIB - SBY Abaikan Komitmen Kampanye | 13:22 WIB - Yenny dan Dahlan Iskan Tolak Timses
/ Nasional / Resmi! Mantan Pengacara Setya Novanto Dicegah ke Luar Negeri /
Resmi! Mantan Pengacara Setya Novanto Dicegah ke Luar Negeri
Rabu, 10 Januari 2018 - 14:11:53 WIB
JAKARTA (Bidikonline.com) - Tim penyidik KPK mengirimkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Hal itu dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan kasus pelarian Novanto.

Sebelumnya, ada dugaan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung ataupun tidak langsung penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP dengan tersangka Setya Novanto dari KPK.

Kasus itu hingga kini masih ditelisik oleh komisi antirasuah. Tak hanya Fredrich, penyidik juga mengajukan pencegahan beberapa nama lainnya, di antaranya mantan jurnalis Metro TV Hilman Mattauch, Reza Pahlevi, dan Achmad Rudyansyah.

"Untuk kepentingan pemeriksaan di penyelidikan dugaan merintangi kasus e-KTP atas tersangka Setya Novanto, mereka dicegah ke luar negeri selama 6 bulan, terhitung sejak 8 Desember 2018," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Febri menerangkan, pencegahan dilakukan atas dasar Pasal 12 ayat (1) huruf B UU KPK.

"Agar sewaktu-waktu keterangannya dibutuhkan dan saat dipanggil sedang berada di Indonesia," tuturnya.

Setelah menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka untuk yang kedua kalinya, penyidik KPK bergerak menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto, Rabu malam, (15/11/2017).

Tim KPK tiba di kediaman Novanto pukul 21.40 WIB. Hal itu dilakukan untuk penjemputan paksa karena Novanto dinilai tidak kooperatif. Akan tetapi, malam itu Novanto kabur, dibantu pihak lain.

Berselang sehari, kabar mengejutkan datang. Ketua DPR RI Setya Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan mobil, Kamis (16/11/2017) sekitar pukul 19.00 WIB di daerah Permata Hijau, Kebayoran lama.

Dia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan. Karena dinilai tidak kooperatif, hari berikutnya, Komisi Pemberantasan Korupsi resmi mengeluarkan surat penahanan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto.

Adapun Novanto ditahan selama 20 hari ke depan terhitung mulai Jumat (17/11/2017), di Rutan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang KPK. Setelah ditahan dan berkas lengkap, KPK pun melimpahkan berkas penyidikan Setya Novanto ke pengadilan.

Novanto akhirnya menjalani sidang perdananya sebagai terdakwa dalam kasus korupsi e-KTP pada Rabu (13/12/2017) meskipun awalnya diwarnai aksi sakit dan diam. (rpc)


Berita Lainnya :
  • 'Satu Jari' di Kampanye Damai
  • Tak Serahkan Laporan Dana Kampanye
  • SBY WO dari Kampanye Damai
  • Bendera Partai di Disediakan KPU
  • SBY Abaikan Komitmen Kampanye
  • Yenny dan Dahlan Iskan Tolak Timses
  • Jokowi Nomor 1 vs Prabowo Nomor 2
  • Alfedri Hadiri Gerakan Penanaman Mangrove
  • Bupat Siak Terima Penghargaan Dari Menkeu
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan