JAKARTA (Bidikonline.com) - Kajian terkait efektivitas penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung perlu dilakukan pe...[read more] "> JAKARTA (Bidikonline.com) - Kajian terkait efektivitas penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung perlu dilakukan pe" />
Minggu, 23 09 2018
Follow Us:
Minggu, 23 September 2018 - 13:40 WIB
SBY WO dari Kampanye Damai
Minggu, 23 September 2018 - 13:30 WIB
Bendera Partai di Disediakan KPU
Minggu, 23 September 2018 - 13:22 WIB
SBY Abaikan Komitmen Kampanye
13:22 WIB - 'Satu Jari' di Kampanye Damai | 13:22 WIB - Tak Serahkan Laporan Dana Kampanye | 13:22 WIB - SBY WO dari Kampanye Damai | 13:22 WIB - Bendera Partai di Disediakan KPU | 13:22 WIB - SBY Abaikan Komitmen Kampanye | 13:22 WIB - Yenny dan Dahlan Iskan Tolak Timses
/ Hukum / Kepala Daerah Korupsi, Kapolri Minta Sistem Pilkada Dievaluasi /
Kepala Daerah Korupsi, Kapolri Minta Sistem Pilkada Dievaluasi
Kamis, 04 Januari 2018 - 11:57:00 WIB
JAKARTA (Bidikonline.com) - Kajian terkait efektivitas penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung perlu dilakukan pemerintah dan lembaga terkait.

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, itu karena masih banyaknya pelanggaran saat berlangsungnya pesta demokrasi tersebut.

"Proses demokrasi kami ini biayanya tinggi sekali, bahkan saya sudah sampaikan kepada Bapak Mendagri (Tjahjo Kumulo) dan Ketua pimpinan KPK (Agus Rahardjo) untuk melakukan survei atau evaluasi. Untuk melakukan penelitian tentang efektifitas pelaksanaan Pilkada," ujarnya di Komplek Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018).

Dia menyebut, ada sisi negatif dari pelaksanaan Pilkada langsung itu. Misalnya, biaya anggaran yang tinggi dan adanya politik uang yang dikeluarkan oleh pemilik kekuasaan. Hal itu cenderung terjadi pada proses pesta demokrasi.

"Masyarakat Indonesia ini low class (menengah bawah), imbasnya pilkada yang terjadi orang tidak melihat program atau kampanye, tapi siapa yang datang bawa uang," bebernya.

Untuk menjadi seorang pimpinan kepala daerah seperti Bupati dan Gubernur, lanjutnya, harus membutuhkan anggaran Rp30 miliar sampai dengan Rp50 miliar. Nantinya, itu yang dapat mengakibatkan setiap pejabat daerah melakukan korupsi.

"Begitu kemudian terpilih jadi kepala daerah, mohon maaf gaji tarolah seorang Bupati dengan segala kegiatan berkisar Rp300 juta x 12 = Rp3,6 miliar di-kali 5 tahun Rp18 miliar. Yang keluar Rp30 miliar lebih, apa mau tekor? Jarang sekali mau tekor. Pasti yang terjadi nanti ngambilnya dari proyek perizinan dan segala macam. Artinya sudah membuat sistem yang memaksa kepala daerah harus korupsi," paparnya.

Karena itu, dia meminta pemerintah dan akademisi untuk dapat membuat kajian mengenai baik dan buruknya penyelenggaraan secara langsung pemilihan kepala daerah.

"Harus dilakukan penelitian, lebih banyak mudorotnya atau banyak efektifnya pemilihan langsung itu," terangnya.

Sementara, guna mencegah terjadinya politik uang dalam proses Pilkada di 171 Provinsi dan Kabupaten Kota, pihaknya akan membuat Satgas Money Politik untuk mencegah terjadinya pelanggaran saat proses pesta demokrasi serentak itu berlangsung.

"Saya sudah koordinasi dengan Ketua pimpinan KPK, intinya bahwa kami akan mengawasi juga money politik, karena money politik ini berdampak negatif pada proses demokrasi kami," tuutpnya. (rpc)


Berita Lainnya :
  • 'Satu Jari' di Kampanye Damai
  • Tak Serahkan Laporan Dana Kampanye
  • SBY WO dari Kampanye Damai
  • Bendera Partai di Disediakan KPU
  • SBY Abaikan Komitmen Kampanye
  • Yenny dan Dahlan Iskan Tolak Timses
  • Jokowi Nomor 1 vs Prabowo Nomor 2
  • Alfedri Hadiri Gerakan Penanaman Mangrove
  • Bupat Siak Terima Penghargaan Dari Menkeu
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan