SELATPANJANG (Bidikonline.com) - Kejaksaan Negeri (Kejari) akhirnya menahan Kadis PU, Kepulauan Meranti, Har, Rabu (3/1/2018). Mantan Kadis...[read more] "> SELATPANJANG (Bidikonline.com) - Kejaksaan Negeri (Kejari) akhirnya menahan Kadis PU, Kepulauan Meranti, Har, Rabu (3/1/2018). Mantan Kadis" />
Jum'at, 21 09 2018
Follow Us:
Minggu, 16 September 2018 - 09:22 WIB
Anggota DPRD Golkar Bisa Dihukum Mati
Sabtu, 15 September 2018 - 09:12 WIB
Ambil Sikap Terhadap Roy Suryo
Sabtu, 15 September 2018 - 08:41 WIB
PDIP: Kini Bola di KPU
08:41 WIB - Etape kedua Tim Australia Kembali Unggul | 08:41 WIB - Hendardji Soepandji Restui Munas IMO | 08:41 WIB - Tim BSK Siak, Raih Jersey Merah Putih | 08:41 WIB - Etape II, Tinggal 59 Pebalap yang Bertanding, 10 Didiskualifikasi | 08:41 WIB - 2 Pembalap Australia Di Sprint Terdepan | 08:41 WIB - Inhil Dapat Jatah 342 Kouta CPNS Guru
/ Meranti / Diperiksa Kejari Sejak Pagi, Kadis PU Kepulauan Meranti Akhirnya Ditahan /
Diperiksa Kejari Sejak Pagi, Kadis PU Kepulauan Meranti Akhirnya Ditahan
Kamis, 04 Januari 2018 - 11:33:41 WIB
SELATPANJANG (Bidikonline.com) - Kejaksaan Negeri (Kejari) akhirnya menahan Kadis PU, Kepulauan Meranti, Har, Rabu (3/1/2018). Mantan Kadishub Kepulauan Meranti itu ditahan karena terlibat dugaan korupsi pembangunan Dermaga Sungaitohor Barat.

Sebelum ditahan, Har sempat menjalani pemeriksaan di Kejari Kepulauan Meranti Jalan Merdeka Selatpanjang sejak Rabu pagi.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Kepulauan Meranti Roy Modino, penahanan itu untuk mempermudah pemeriksaan. "Ini untuk mempermudah saja. Kalau yang lain di dalam (Rutan), sementara satu orang di luar itu akan menghambat pemeriksaan, karena mereka saling terkait," kata Roy, Rabu sore.

Sebelum Hariadi, Kejari Kepulauan Meranti juga telah menahan 3 orang dalam kasus yang sama. Yaitu FY (saat ini menjabat Kabid Kebersihan Dinas PU yang juga mantan Kabid Laut Dishub), dan dua lainnya Y dan B (pemenang tender dan sub kontraktor).

Dermaga Sungaitohor Barat itu dibangun sebanyak dua tahap. Tahun 2014 dana yang digelontorkan sebesar Rp500 juta dan tahun 2015 sebesar Rp3.500.000.000,- yang bersumber dari DAK.

Kata Roy Modino, hasil hitungan mereka kerugian diperkirakan sekitar Rp850 juta. Namun, untuk lebih lanjut, tambah Roy, mereka akan menjumpai ahli sebab besar kemungkinan kerugian mencapai Rp1,1 miliar.

Penahanan Hariadi selama 20 hari kedepan. Sedangkan tiga orang tersangka lainnya sudah masuk tahap perpanjangan waktu penahanan selama 40 hari.

"Kalau masih kurang ya kita tambah lagi. Ini belum selesai. Mana tahu nanti seiring berjalannya waktu, akan ada perkembangan baru," ungkap Roy.(grc)



Berita Lainnya :
  • Etape kedua Tim Australia Kembali Unggul
  • Hendardji Soepandji Restui Munas IMO
  • Tim BSK Siak, Raih Jersey Merah Putih
  • Etape II, Tinggal 59 Pebalap yang Bertanding, 10 Didiskualifikasi
  • 2 Pembalap Australia Di Sprint Terdepan
  • Inhil Dapat Jatah 342 Kouta CPNS Guru
  • 13 Tim yang Berlaga di Tour de Siak 2018
  • Gubri dan Bupati Siak Kompak Pukul Kompang Bersama
  • Diskominfo Inhil Tegaskan Sudah Akomodir Rekan Media
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan