PEKANBARU (Bidikonline.com) - Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi premium secara nasional Provinsi Riau diatas rata-rata ata...[read more] "> PEKANBARU (Bidikonline.com) - Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi premium secara nasional Provinsi Riau diatas rata-rata ata" />
Senin, 15 Oktober 2018
Follow Us:
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:54 WIB
Mahfud : Black Campaign Bisa Dihukum
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:41 WIB
Tanpa Ronaldo, Portugal Bungkam Skotlandia
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:34 WIB
Intip Ponsel Suami, Nasib Berakhir Pilu
07:34 WIB - Pengurus MOI Riau Lakukan Sosialisasi | 07:34 WIB - Prabowo-Sandi ke Pesantren | 07:34 WIB - Mahfud : Black Campaign Bisa Dihukum | 07:34 WIB - Tanpa Ronaldo, Portugal Bungkam Skotlandia | 07:34 WIB - Intip Ponsel Suami, Nasib Berakhir Pilu | 07:34 WIB - Bupati Inhil Buka Penyelenggaraan MTQ Ke - 48 Tahun 2018
/ Pekanbaru / Pemprov Riau Minta Pertamina Penuhi Kebutuhan Premium Masyarakat /
Pemprov Riau Minta Pertamina Penuhi Kebutuhan Premium Masyarakat
Selasa, 14 November 2017 - 14:23:33 WIB
SPBU di jalan Tuanku Tambusai kehabisan stok BBM jenis premium, Selasa (14/11/2017. Petugas SPBU hanya melayani pengguna sepeda motor yang membeli Pertalite.
TERKAIT:
PEKANBARU (Bidikonline.com) - Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi premium secara nasional Provinsi Riau diatas rata-rata atau 35-40 persen. Bahkan di regional 1 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Riau paling tinggi penggunaan premium, 48-50 persen.

Meski demikian, kondisi di lapangan masih banyak masyarakat yang susah mendapatkan BBM subsidi tersebut. Seringkali di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) premium kosong. Kalaupun ada, masyarakat harus mengantre untuk mendapatkan minyak murah itu.

Anehnya, di antara antrean itu banyak juga mobil-mobil mewah ikut berebut BBM subsidi. Sayangnya kondisi ini tidak ada penegasan dari pemerintah maupun pihak terkait lainnya, meski premium disubsidi diperuntukan untuk masyarakat kurang mampu.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Riau, Yulwiriati Moesa, melalui Kepala Bidang Dalam Negeri, ‎Asril Encik, mengatakan bahwa regulasi pengawasan untuk penggunaan BBM non premium tidak ada di provinsi, sebab provinsi sejauh ini belum mendapatkan regulasi dari pusat.

"Bensin dan BBM lainnya kebijakannya di tingkat pusat. Yang ada regulasinya itu soal elpiji 3 kilogram. Kalau bensin tidak ada. Namun kalau memang terjadi kekurangan, kita sifatnya menyampaikan ke Pertamina agar mencukupi kebutuhan masyarakat," cakap Asril.

Dia mengatakan, premium, solar, Pertalite dan Pertamax ‎itu merupakan pasar terbuka. Dimana orang bebas membelinya di SPBU dan tidak ada aturan yang melarang orang membelinya.

"Itu lah resiko kalau pasar bebas. Orang bebas membeli bensin. Beda dengan elpiji, ada regulasi yang diatur di dalam Perpres 71 tahun 2017," katanya.

Asril menyampaikan, kalau BBM ini merupakan barang dagangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina. Karenanya, dia berharap Pertamina dapat mengatur penggunaan BBM subsidi.

"Sejauh ini pihak SPBU juga tidak ada ketegasan dan tidak berani melarang mobil mewah mengisi BBM subsidi. Ini dikarenakan SPBU sifatnya suplay demand. Bahkan masalah harga BBM juga sudah ditetapkan pemerintah," ‎pungkasnya. (ck)


Berita Lainnya :
  • Pengurus MOI Riau Lakukan Sosialisasi
  • Prabowo-Sandi ke Pesantren
  • Mahfud : Black Campaign Bisa Dihukum
  • Tanpa Ronaldo, Portugal Bungkam Skotlandia
  • Intip Ponsel Suami, Nasib Berakhir Pilu
  • Bupati Inhil Buka Penyelenggaraan MTQ Ke - 48 Tahun 2018
  • Alfedri Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Koto Gasib
  • Cerita Rakyat Tapah Main Asal Sungai Mandau
  • Sri Mullyani Saling Puji Jokowi
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan