PEKANBARU (Bidikonline.com) - Direktorat Lalu Lintas Polda Riau merilis hasil Operasi Zebra Siak 2017 selama 12 hari dan perbandinga...[read more] "> PEKANBARU (Bidikonline.com) - Direktorat Lalu Lintas Polda Riau merilis hasil Operasi Zebra Siak 2017 selama 12 hari dan perbandinga" />
Minggu, 19 November 2017
Follow Us:
Kamis, 17 Agustus 2018 - 22:42 WIB
Pemkab Fokus Pada SDM dan Ekonomi Kerakyatan
Sabtu, 05 Agustus 2018 - 24:10 WIB
DPRD Inhil Harapkan Tertib dan Aman
Senin, 31 Juli 2018 - 18:57 WIB
DPRD : Pedomani Permendagri Nomor 33 Tahun 2017
18:57 WIB - Remaja ini Nekat Cabuli Istri Tetangga saat Tertidur Pulas | 18:57 WIB - Gubernur Riau Hadiri Acara Penutupan Cendana Cup ke XV | 18:57 WIB - Bupati Inhil Hadiri Kegiatan Pembinaan Peningkatan Pemberdayaan Perempuan | 18:57 WIB - Firdaus: Pekanbaru akan Terapkan Smart Card di Dunia Pendidikan | 18:57 WIB - Disdik Pekanbaru Kekurangan 1.061 Guru | 18:57 WIB - Walikota: Pekanbaru Butuh Bandar Udara Baru
/ Pekanbaru / Polda Riau Tindak 10.463 Pelanggar Lalulintas /
Operasi Zebra 2017
Polda Riau Tindak 10.463 Pelanggar Lalulintas
Selasa, 14 November 2017 - 10:45:24 WIB
PEKANBARU (Bidikonline.com) - Direktorat Lalu Lintas Polda Riau merilis hasil Operasi Zebra Siak 2017 selama 12 hari dan perbandingan kasus pelanggaran lalu lintas, Senin (13/11/2017).

Data yang dirangkum dari Bidang Humas Polda Riau, angka pelanggaran selama 12 hari dibandingakan dengan tahun lalu ternyata meningkat.

Berikut data dan fakta pelanggaran lalu lintas Operasi Zebra Siak 2017 selama 12 hari:

A. Pelanggaran lalu lintas

1. Tilang Ops Zebra Siak tahun 2016 sebanyak 5.370 kasus, sedangkan untuk Ops Zebra Siak tahun 2017 pelanggaran tilang sebanyak 10.463 kasus. Artinya ada peningkatan pelanggaran sebanyak 5.093 kasus atau naik 95 persen.

2. Teguran Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 2.469 kasus, sedangkan untuk Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1.188 kasus. Terjadai penurunan trend sebesar 1.281 (52 persen).

Jumlah pelanggaran tilang dan teguran Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 7.839, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 11.651. Trend naik 3.812 atau 49 persen.

B. Perbandingan kendaraan yang terlibat pelanggaran lalu lintas

1. Sepeda motor, Ops Zebra Siak tahun 2016 sebanyak 3.996, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 7.760. Trend naik 3.764 atau 94 persen.

2. Mobil penumpang, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 406, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1.166. Trend naik 76 atau 187 persen.

3. Mobil Bus, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 54, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 86. Trend naik 32 atau 59 persen.

4. Mobil barang, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 898, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1.448. Trend naik 550 atau 61 persen.

5. Kendaraan khusus, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 16, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 3. Trend turun 13 atau (minus 81 persen).

Jumlah total pelanggaran kendaraan Ops Zebra tahun 2016 sebanyak 5.370 kasus, Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 10.463. Trend naik 5.093 kasus (95 persen).

C. Perbandingan profesi pelanggaran lalu lintas:

1. PNS, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 106, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 394. Trend naik 288 (272 persen).

2. Karyawan/ swasta, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 3.901, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 6.785. Trend naik 2.884 (74 persen).

3. Mahasiswa/ pelajar, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 791, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1.896. Trend naik 1.105 atau (140 persen).

4. Pengemudi, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 399, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 745. Trend naik 346 (87 persen).

5. TNI, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 16, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 29.

6. Polri, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 10, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 2.

7. Lain - lain, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 147, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 612. Trend naik 465 (316 persen).

Jumlah total pelanggaran profesi pelaku Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 5.370 kasus, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 10.464 kasus. Trend naik 5.093 kasus atau (95 persen).

D. Perbandingan kecelakaan lalu lintas:

1. Jumlah kejadian, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 22, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 11.

2. Meninggal dunia, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 12, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 3.

3. Korban luka berat, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 116 sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 11.

4. Korban luka ringan, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 21, sedangka Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 6.

5. Kerugian materil, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 170,15 Juta, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 42,45 Juta. Trend turun 127,7 Juta atau -75%.

E. Perbandingan jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas :

1. Sepeda motor, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 25, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 13. Trend turun 12 atau -48%.

2. Mobil penumpang, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 11, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 2. Trend turun 9 atau -82%.

3. Mobil bus, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 0, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1 .

4. Mobil barang, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 5, sedangkan Ops Zebra Siak 217 sebanyak 6.

5. Kendaraan tidak bermotor, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 1. Sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 0.

Jumlah total jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 42 kasus, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 22. Trend turun 20.-48%.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK MM mengatakan, jumlah selama 12 hari pelaksanaan Ops Zebra Siak itu cukup meningkat, mengingat Ops akan berakhir pada tanggal 14 November 2017.

Dia mengimbau masyarakat untuk selalu menyiapkan kelengkapan berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas. "Kepada masyarakat khususnya di Provinsi Riau, untuk tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas," tutur Guntur, Senin (13/11/2017).

Selain itu, Guntur juga meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan dalam berkendara.  Pengendara pun diimbau untuk tidak terpengaruh minuman keras saat berlalu lintas.

"Kami imbau masyarakat menyiapkan dirinya dalam berkendara supaya tidak terjadi kecelakaan contohnya harus sehat, jangan dalam keadaan sakit, terpengaruh minuman keras, alkohol, atau obat-obatan, itu bisa terjadi kecelakaan," ujarnya.(mc)


Berita Lainnya :
  • Remaja ini Nekat Cabuli Istri Tetangga saat Tertidur Pulas
  • Gubernur Riau Hadiri Acara Penutupan Cendana Cup ke XV
  • Bupati Inhil Hadiri Kegiatan Pembinaan Peningkatan Pemberdayaan Perempuan
  • Firdaus: Pekanbaru akan Terapkan Smart Card di Dunia Pendidikan
  • Disdik Pekanbaru Kekurangan 1.061 Guru
  • Walikota: Pekanbaru Butuh Bandar Udara Baru
  • Gelar Festival Seni Budaya, Riau Bakal Deklarasi Sebagai Pusat Zapin
  • Ayat Cahyadi Imbau Pelajar Pekanbaru Giatkan Baca Alquran
  • Pemkab Rohil Masih Kaji Keberadaan Tenaga Honor
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan