Jakarta (Bidikonline.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membantah telah melawan arus di Puncak Bogor saat pemberlakuan one wa...[read more] "> Jakarta (Bidikonline.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membantah telah melawan arus di Puncak Bogor saat pemberlakuan one wa" />
Senin, 15 Oktober 2018
Follow Us:
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:54 WIB
Mahfud : Black Campaign Bisa Dihukum
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:41 WIB
Tanpa Ronaldo, Portugal Bungkam Skotlandia
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:34 WIB
Intip Ponsel Suami, Nasib Berakhir Pilu
07:34 WIB - Pengurus MOI Riau Lakukan Sosialisasi | 07:34 WIB - Prabowo-Sandi ke Pesantren | 07:34 WIB - Mahfud : Black Campaign Bisa Dihukum | 07:34 WIB - Tanpa Ronaldo, Portugal Bungkam Skotlandia | 07:34 WIB - Intip Ponsel Suami, Nasib Berakhir Pilu | 07:34 WIB - Bupati Inhil Buka Penyelenggaraan MTQ Ke - 48 Tahun 2018
/ Lintas Nusantara / Dikabarkan Lawan Arus, Sandiaga: 100 Persen Hoax! /
Dikabarkan Lawan Arus, Sandiaga: 100 Persen Hoax!
Senin, 23 Oktober 2017 - 15:20:33 WIB
Jakarta (Bidikonline.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membantah telah melawan arus di Puncak Bogor saat pemberlakuan one waydi jalur tersebut. Dia memastikan tak ada rombongannya maupun rombongan Anies Baswedan yang ditilang oleh kepolisian Bogor.

"100 persen tidak benar. Ini adalah dunia post-truth dan post-fact di mana hoaks dan fake newsmendominasi. Tidak ada satu mobil pun dari rombongannya Pak Anies yang ditilang," katanya seperti diwartakan republika.co.id di Jakarta, Ahad (22/10).

Sandiaga juga membantah pihak Pemprov DKI tidak berkoordinasi dengan kepolisian Bogor. Sandi mengaku sudah meminta klarifikasi ke Anies atas berita yang beredar dan memaatikan tak ada dari rombongan yang ditilang. Yang benar, menurutnya, adalah diarahkan menggunakan jalur alternatif.

"Sudah diberikan klarifikasi, saya sendiri terjebak macet," ujarnya.

Sandi menambahkan, setiap tahun Pemprov DKI menyelenggarakan acara Korpri di Puncak, Bogor. Setiap tahunnya, tak kurang dari 8.000 pegawai pemprov ke sana. Dia mengklaim, banyaknya jumlah itu justru menghidupkan ekonomi di sana. Meski dampaknya adalah kemacetan yang luar biasa.

"Tempat penginapannya penuh, makanannya juga laku, bahkan WC umum bayarnya bisa Rp 5.000," katanya.

Sandi menilai, kemacetan ini yang harus dipikirkan ke depannya jika ada Pemprov DKI di sana. Ia menilai perlu dipikirkan mengenai pengaturan yang memungkinkan untuk bisa mengurai kemacetan.

"Harus ada cara juga untuk memobilisasi aparat pemprov agar kendaraan pribadinya tidak memenuhi tempat acara, tapi justru malah memberikan berkah tanpa membuat macet," ujarnya.

Sebelumnya, Polres Bogor menyayangkan sikap Pemprov DKI yang tidak berkoordinasi dengan kepolisian setempat dalam menggelar acara tea walk di kawasan Puncak. Acara yang diikuti oleh para pegawai Pemprov DKI tersebut dinilai telah memperparah kemacetan di kawasan Puncak Bogor.

"Seharusnya penyelenggara (Pemprov DKI) berkoordinasi, jadi kami pun bisa memberikan gambaran situasi Jalur Puncak," ujar Kasat Lantas Polres Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama, saat dikonfirmasi Sabtu (21/10).(rgc)


Berita Lainnya :
  • Pengurus MOI Riau Lakukan Sosialisasi
  • Prabowo-Sandi ke Pesantren
  • Mahfud : Black Campaign Bisa Dihukum
  • Tanpa Ronaldo, Portugal Bungkam Skotlandia
  • Intip Ponsel Suami, Nasib Berakhir Pilu
  • Bupati Inhil Buka Penyelenggaraan MTQ Ke - 48 Tahun 2018
  • Alfedri Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Koto Gasib
  • Cerita Rakyat Tapah Main Asal Sungai Mandau
  • Sri Mullyani Saling Puji Jokowi
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan