SUKABUMI (Bidikonline.com) - Kasus ayah cabuli anak kembali terjadi. Kali ini terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Pelaku mencabuli dua ...[read more] "> SUKABUMI (Bidikonline.com) - Kasus ayah cabuli anak kembali terjadi. Kali ini terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Pelaku mencabuli dua " />
Rabu, 22 November 2017
Follow Us:
Kamis, 17 Agustus 2018 - 22:42 WIB
Pemkab Fokus Pada SDM dan Ekonomi Kerakyatan
Sabtu, 05 Agustus 2018 - 24:10 WIB
DPRD Inhil Harapkan Tertib dan Aman
Senin, 31 Juli 2018 - 18:57 WIB
DPRD : Pedomani Permendagri Nomor 33 Tahun 2017
18:57 WIB - Ketua DPRD Inhil: Anggaran 2018 Masih Diprioritaskan ke Infrastruktur | 18:57 WIB - Polbeng Gelar Family Gathering dan Penanaman Pohon | 18:57 WIB - Dikeroyok dan Ditikam Hingga Tewas Karna Senggolan | 18:57 WIB - Rapat Paripuna DPRD Riau,Tiga Agenda Sekaligus | 18:57 WIB - Gubernur Andi Rahman dapat Kartu Anggota PGRI | 18:57 WIB - Pangdam Tinjau Wilayah Tugas Korem 081/DSJ
/ Lintas Nusantara / Bejat! Dua Anak Dipaksa Ayah Kandung Layani Nafsu Binatangnya /
Bejat! Dua Anak Dipaksa Ayah Kandung Layani Nafsu Binatangnya
Selasa, 05 September 2017 - 10:08:25 WIB
SUKABUMI (Bidikonline.com) - Kasus ayah cabuli anak kembali terjadi. Kali ini terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Pelaku mencabuli dua anak kandungnya sendiri. Salah satu korban sudah melahirkan anak.

Pelaku berinisial IS (52) merupakan warga Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Sukabumi. Pelaku sudah ditangkap dan ditahan di Mapolsek Warungkiara Sukabumi.

Informasi yang dihimpun, IS mencabuli dua anak kandungnya sejak enam tahun lalu. Saat itu, dua anak kandungnya, sebut saja Melati (16) dan Bunga (19), dipaksa melayani nafsu binatang ayahnya.

Akibat perbuatan bejat sang ayah, Melati hamil dan melahirkan. Namun warga setempat tak berani melaporkan perbuatan bejat pelaku ke polisi karena takut. Pasalnya, pelaku dikenal sebagai preman kampung.

Beruntung, paman korban, Nanang (52) memberanikan diri melaporkan perbuatan IS ke polisi. Nanang tak tega melihat penderitaan yang setiap saat menjadi budak nafsu ayahnya sendiri.

Kapolsek Warungkiara, AKP Ridwan mengatakan, terbongkarnya kasus pencabulan anak ini bermula saat Nanang bertanya kepada Melati terkait anak yang dilahirkannya.

Nanang heran lantaran Melati melahirkan. Padahal dia belum pernah menikah. Nanang lantas bertanya siapa ayah biologis bayi yang dilahirkannya.

“Setelah didesak oleh pamannya, korban akhirnya ngomong siapa yang telah menghamilinya. Tiada lain lelaki itu ialah ayah kandungnya sendiri,” ujar Ridwan, seperti dilansir Radar Sukabumi, Senin (4/9/2017).

Dari hasil pengembangan, lanjut Ridwan, korban nafsu birahi IS ternyata tidak hanya Melati. Bunga yang merupakan kakak Melati pun mengalami perlakuan yang sama. Bunga digagahi sejak tahun 2011 di wilayah Kecamatan Parungkuda.

“Hasil pengembangan sementara, korban berjumlah dua orang dan masih anak kandung pelaku. Setiap melakukan aksinya, pelaku selalu mengancam korban supaya melayani keinginannya,” imbuh Ridwan.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam kurungan penjara 15 tahun penjara. Aparat kepolisian menjerat pelaku dengan Undang-undang (UU) RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, pasal 81 junto pasal 82.

“Pelaku sudah kami amankan. Ia mengakui sering melakukan perbuatan cabulnya kepada kedua korban sejak 2011 sampai Agustus tahun ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, IS terkenal di kampungnya sebagai preman. Karena memiliki sikap tempramen dan pernah mendekam di hotel prodeo, warga setempat tidak berani kepada pelaku.

Bahkan, saat anak kandungnya melahirkan, warga takut melaporkan perbuatan pelaku kepada pihak kepolisian.

Hingga akhirnya, paman korban yang mendengar langsung pengakuan korban, melaporkan kepada aparat kepolisian. Selang beberap waktu setelah menerima laporan, pelaku pun ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan.

“Kalau gak salah, pelaku merupakan residivis dengan kasus yang beda. Dia orangnya tempramen dan galak. Wajar kalau warga merasa takut. Tapi Alhamdulillah, sekarang dia kena batunya. Semoga saja dia dihukum dengan hukuman yang setimpal,” timpal salah seorang warga yang meminta namanya untuk tidak dikorankan.(rrc)


Berita Lainnya :
  • Ketua DPRD Inhil: Anggaran 2018 Masih Diprioritaskan ke Infrastruktur
  • Polbeng Gelar Family Gathering dan Penanaman Pohon
  • Dikeroyok dan Ditikam Hingga Tewas Karna Senggolan
  • Rapat Paripuna DPRD Riau,Tiga Agenda Sekaligus
  • Gubernur Andi Rahman dapat Kartu Anggota PGRI
  • Pangdam Tinjau Wilayah Tugas Korem 081/DSJ
  • Peras dan Cabuli Pasangan Pacaran, Pria di Kampar Diringkus Polisi
  • Kasmarni Terima Penghargaan Bunda PAUD Nasional
  • Camat Sukajadi Buka Pelatihan Perbaikan dan Instalasi
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan