PEKANBARU (Bidikonline.com) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau berencana akan memanggil dan memeriksa dua tersangka dugaan Korupsi pad...[read more] "> PEKANBARU (Bidikonline.com) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau berencana akan memanggil dan memeriksa dua tersangka dugaan Korupsi pad" />
Sabtu, 23 09 2017
Follow Us:
Kamis, 17 Agustus 2018 - 22:42 WIB
Pemkab Fokus Pada SDM dan Ekonomi Kerakyatan
Sabtu, 05 Agustus 2018 - 24:10 WIB
DPRD Inhil Harapkan Tertib dan Aman
Senin, 31 Juli 2018 - 18:57 WIB
DPRD : Pedomani Permendagri Nomor 33 Tahun 2017
18:57 WIB - Bupati dan Warga Inhil Berdoa Bersama di Masjid Agung Al-Huda | 18:57 WIB - Dewan Inhil Mengaku Senang Masyarakat Turut Dilibatkan | 18:57 WIB - Pemkab Inhil dan Masyarakat Salat Hajat dan Tabligh Akbar | 18:57 WIB - Pemprov Riau Berikan Dana Desa di APBD Perubahan 2017 | 18:57 WIB - Firdaus: Kita Sudah Buat Laporan, ini Mohon Diusut Agar Berimbang | 18:57 WIB - Pramuka Perlu Berpikir Out Of The Box
/ Hukum / Tersangka Dugaan Korupsi Bakal Dipanggil Kejati /
Tersangka Dugaan Korupsi Bakal Dipanggil Kejati
Sabtu, 26 Agustus 2017 - 15:09:41 WIB
PEKANBARU (Bidikonline.com) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau berencana akan memanggil dan memeriksa dua tersangka dugaan Korupsi pada Dispenda/Bapenda Riau pada Selasa atau Rabu minggu depan. Kepastian itu diungkapkan Asisten Tindak Pidana Khusus Sugeng Riyanta.

Sugeng yang dikonfirmasi wartawan, Sabtu (26/8/2017) siang mengatakan, pihaknya sampai saat ini sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka (sebelumnya baru satu, red) atas Korupsi yang disinyalir merugikan negara hingga Rp1,2-1,3 miliar Rupiah tersebut.

"Sudah, sudah dua orang. Rencananya kita akan panggil kalau nggak Selasa mungkin Rabu depan," jawab mantan Kajari Mukomuko ini. Kuat dugaan, kasus tersebut juga turut melibatkan oknum pejabat berwenang. Sinyal ini juga pernah dibeberkan Sugeng sebelumnya.

"Ini dilakukan pejabat berwenang, kalau tidak punya wewenang nggak mungkin bisa motong (Anggaran, red). Itu terjadi disemua bidang, kalau nggak salah ada lima," sebut dia. Namun dirinya belum merilis identitas dua tersangka itu. "Siapa orangnya nanti kita umumkan," katanya.

Tercatat, sudah ada sekitar 50 orang lebih saksi yang dimintai keterangannya oleh Pidana Khusus Kejati Riau. Ada bermacam modus dalam kasus ini, misalnya pemotongan uang uang dilakukan, hingga SPPD fiktif, yang terjadi pada 2015 hingga 2016 lalu. Bahkan juga diduga ada SPJ fiktif.

Pihaknya memastikan sudah mengantongi bukti kuat terkait ini. Memang prosesnya cukup menyita waktu lantaran banyaknya saksi yang diproses. Para tersangka ini akan terancam dijerat beberapa pasal, termasuk Korupsi serta penggelapan, bahkan dikontruksikan dengan Pasal 12 Huruf E tentang pemerasan (Dalam Jabatan, red).(gor)


Berita Lainnya :
  • Bupati dan Warga Inhil Berdoa Bersama di Masjid Agung Al-Huda
  • Dewan Inhil Mengaku Senang Masyarakat Turut Dilibatkan
  • Pemkab Inhil dan Masyarakat Salat Hajat dan Tabligh Akbar
  • Pemprov Riau Berikan Dana Desa di APBD Perubahan 2017
  • Firdaus: Kita Sudah Buat Laporan, ini Mohon Diusut Agar Berimbang
  • Pramuka Perlu Berpikir Out Of The Box
  • Wawako: Tingkatkan Keimanan kepada Allah SWT
  • Pusat Respon Semangat Bupati Inhil
  • Bupati Bersama Panwaslu Inhil Tandatangani NPHD
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    HUT RI Ke 72 di Siak Berjalan Lancar dan Hikmad

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan