Jum'at, 14 Desember 2018
Follow Us:
Selasa, 11 Desember 2018 - 21:19 WIB
La Nyalla Mattalitti Ungkap Kebohongan Prabowo
Selasa, 11 Desember 2018 - 19:10 WIB
Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Peduli HAM
Selasa, 11 Desember 2018 - 14:57 WIB
Sandiaga 'Diminta' Pulang
14:57 WIB - Bupati Syamsuar Pimpin Pawai Ta'aruf | 14:57 WIB - Mobil "Kencing" Marak | 14:57 WIB - Syamsuar Sosialisasikan Program KUR | 14:57 WIB - Ketua KI Apresiasi PPID Bengkalis | 14:57 WIB - Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Peduli HAM | 14:57 WIB - La Nyalla Mattalitti Ungkap Kebohongan Prabowo
Melalui Pelalawan Eksotis
Pemkab Pelalawan Tingkatkan Potensi Objek Wisata Bono Mendunia
Kamis, 11 Oktober 2018 - 10:59:04 WIB

Pelalawan (Bidikonline.com) -  Pemkab Pelalawan melalui program Pelalawan Eksotisnya terus mengembangkan potensi wisata yang berada di kabupaten Pelalawan. Salah satunya objek wisata Gelombang Bono yang terjadi mulai dari Bagian Muara Sungai Kampar (di belakang Pulau Muda) menyusuri ke bagian hulu sungai Kampar hingga ke desa Teluk Meranti dengan panjang jelajah lebih dari 50 Km yang merupakan akibat dari pertemuan air laut dan air sungai. Uniknya, fenomena ini merupakan salah satu kejadian alam terhebat di dunia yang ada di Kecamatan Teluk Meranti.  Kekuatan alam yang menggulung gulung disepanjang muara sungai Kampar yang masyarakat setempat menyebutnya Bono.

Dahsyatnya gelombang Bono ini yang mencapai lintasan 30 meter dan hanya ada di setengah bulan terakhir di bulan Oktober sampai Desember ini di dianggap penduduk setempat berunsur magis dan mistis. Masyarakat yang bermukim di sepanjang tepian sungai Kampar itu menyebutnya tujuh hantu.
Namun Bupati Pelalawan HM Harris melihatnya secara berbeda, Bono diperkenalkan kepada dunia, di berbagai pameran wisata internasional Bono mendapat perhatian pengunjung. Tak sampai di situ, Pemkab Pelalawan juga mengundang peselancar kelas dunia untuk menguji kedahsyatan Bono. Promosi gencar gencaran menjadikan gelombang Bono bukan saja menjadi ikon wisata Pelalawan, bahkan menjadi ikon wisata local dan nasional.


Untuk menggarap objek wisata Bono itu, Pemkab Pelalawan membangun infrastruktur pendukungnya seperti menara pantau untuk mengamati Bono, membangun fasilitas fasilitas penginapan, dan tak kalah pentingnya adalah mempersiapkan putra putri penduduk lokal untuk dididik menjadi pemandu wisata dan memperkenalkan Bono dan kebudayaan lokal kepada para turis.

Keseriusan Pemkab Pelalawan dalam mempromosikan Bono sebagai ikon wisata mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, potensi wisata Bono dapat bersinergi dengan peningkatan kearifan  budaya lokal yang pada akhirnya dapat berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari pengembangan wisata tanah air.

 Menurut Harris, potensi yang dimiliki ini harus dimanfaatkan. Sebab, semua itu diciptakan Allah SWT untuk dimanfaatkan bagi masyarakat. Misalnya, keunikan bono dan sumber gas yang dimiliki Pelalawan.

Bono memiliki keunikan. Gelombang panjang yang bisa mencapai puluhan kilometer sangat berpotensi menarik wisatawan luar untuk datang berselancar (surfing). Karena, dengan gelombang bono di Teluk Meranti, para pencinta berselancar bisa surfing satu jam tanpa henti. Ini daya tarik utamanya dan tak ditemukan di tempat lain, ungkap Bupati Harris baru-baru ini.

Hanya, perlu penataan potensi daerah tersebut dengan menjadikannya paket-paket wisata. Karena Harris menilai, untuk menarik wisatawan mancanegara datang menyaksikan bono, selain promosi, perlu penataan prasarana dan sarana. Mulai dari perhotelan, homestay bagi para wisatawan mancanegara, pondok-pondok tempat pemandian, sarana transportasi pantai dan sebagainya.

“Selama ini pusat menganjurkan bagaimana menarik investor luar datang ke daerah dan menanamkan investasinya. Namun ketika investasi itu datang, daerah hanya tinggal jadi penonton. Ini yang mau saya ciptakan agar peluang ini bisa direbut. Jangan sampai nanti potensi yang ada ini malah dimanfaatkan orang luar dan masyarakat kita tetap jadi penonton. Diperkirakan untuk penataan sarana penunjang wisata bono sedikitnya perlu dana Rp5 miliar. Ini diluar infrastruktur jalan lintas bono”, ungkap Bupati HM Harris.
Harris mengatakan, potensi wisata itu bukan saja saat ada gelombang bono besar sejak September-Desember. Karena saat bono kecil, sepanjang kawasan itu jadi hamparan pantai yang bisa diciptakan wisata pantai yang juga menarik. Seperti paket tur wisata pantai menggunakan kendaraan khusus seperti ATV (All Terrain Vehicle) dan kehidupan dengan masyarakat tempatan.

Apalagi di kawasan objek wisata bono, akan dijual berbagai kerajinan masyarakat tempatan seperti tikar pandan yang bisa digunakan untuk santai sambil menikmati ombak di pinggir pantai bono.

Pemkab Pelalawan juga menyadari, dari semua itu perbaikan dan pembangunan sarana infrastruktur jalan tak dapat dielakkan. Pemkab kini telah menghitung berapa anggaran yang diperlukan.