Rabu, 22 November 2017
Follow Us:
Kamis, 17 Agustus 2018 - 22:42 WIB
Pemkab Fokus Pada SDM dan Ekonomi Kerakyatan
Sabtu, 05 Agustus 2018 - 24:10 WIB
DPRD Inhil Harapkan Tertib dan Aman
Senin, 31 Juli 2018 - 18:57 WIB
DPRD : Pedomani Permendagri Nomor 33 Tahun 2017
18:57 WIB - Warga Riau Asal Nias Butuh Identitas | 18:57 WIB - Ketua DPRD Inhil: Anggaran 2018 Masih Diprioritaskan ke Infrastruktur | 18:57 WIB - Polbeng Gelar Family Gathering dan Penanaman Pohon | 18:57 WIB - Dikeroyok dan Ditikam Hingga Tewas Karna Senggolan | 18:57 WIB - Rapat Paripuna DPRD Riau,Tiga Agenda Sekaligus | 18:57 WIB - Gubernur Andi Rahman dapat Kartu Anggota PGRI
Dinas Sosial Pekanbaru
BPNT Bantu Sejahterakan Masyarakat
Jumat, 25 Agustus 2017 - 19:52:47 WIB

Pekanbaru (Bidikonline.com) - Program BPNT merupakan komitmen pemerintah untuk mengurangi beban pengeluaran, serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada keluarga penerima manfaat secara tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat. Program ini secara bertahap akan menggantikan pemberian bantuan yang diberikan dalam bentuk subsidi beras sejahtera (rastra) yang berjalan pada saat ini.

Di Pekanbaru Rapat Koordinasi dan Evaluasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2017 dihadiri langsung oleh Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Dr. Andi ZA Dulung, M.Sc.

Dalam acara tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Kadis Sosial Provinsi Riau, Bulog, BRI serta seluruh pendamping Program Kelurga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Dalam pertemuan tersebut dibahas terkait kendala-kendala yang dihadapi dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) baik masalah data, pencairan, Bulog, BRI, Pembagian KKS dan tempat penyaluran

"Melalui acara ini, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang mendampingi penerima bantuan pangan serta TKSK sama-sama kita ajak berkumpul dan di evaluasi,  apa saja yang terjadi di lapangan baik suka dan duka serta proses penyiapan infra struktur tambahan," ujar Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Andi ZA Dulung.

Pihaknya berharap,  program ini dapat menyelesaikan persoalan kemiskinan dan semakin mensejahterakan masyarakat di Provinsi Riau, khususnya Pekanbaru.  .

Jumlah penerima manfaat program bantuan pangan non-tunai pada 2017 mencapai 1,4 juta jiwa. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, 1,25 juta jiwa.
 
Nilai bantuan Rp110 ribu per bulan, yang dicairkan empat kali dalam setahun. KKS memiliki fitur elektronik dan tabungan yang berfungsi sebagai kartu perbankan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) dan layanan Keuangan Digital (LKD).

Bantuan distribusi pangan melalui KKS akan disalurkan melalui 7.733 e-Warung KUBE dan agen yang berbasis toko maupun RPK (Rumah Pangan Kita). Para penerima hanya bisa menukarkan dengan produk pangan dan bahan pokok.

"Sekarang terima uang senilai Rp110 ribu per bulan, tetapi tidak boleh ambil tunai, harus bahan pangan," kata Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi Z.A.

Sementara itu Asisten I Kota Pekanbaru melaunching Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bertempat di “Toko Pak Man” Jalan Letkol Hasan Basri No. 25, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Sail, Pekanbaru, beberapa pekan lalu.


BPNT merupakan skema baru subsidi beras. Jika sebelumnya beras disalurkan langsung ke seluruh warga miskin, kini warga miskin yang sudah didata masuk ke dalam Program Keluarga Harapan (PKH) atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan kartu elektronik "Kombo" untuk membelanjakan beras dengan harga yang murah.

Bantuan Pangan Non Tunai tersebut tidak hanya berupa beras, kartu “Kombo” juga dapat digunakan untuk membeli bahan pangan lain, misalnya minyak goreng, telur, tepung dan bahan pokok lainnya. Namun, KPM hanya dapat membeli bahan pangan di tempat khusus bernama Elektronik Warung Gotong Royong (E-Warong).
 
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah BRI Pekanbaru Erizal, Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru Chairani, S.STP,M.Si, Perwakilan Dari Bulog Kota Pekanbaru, Perangkat daerah lainnya, TKSK, dan Seluruh Pendamping dan Operator PKH Kota Pekanbaru.

Launching BPNT ini serentak dilaksanakan di 44 Kota Se- Indonesia, yang terdiri dari 7 kota di Sumatera, 34 kota di Jawa dan 3 kota di wilayah timur Indonesia. Sebagai Simbolisasi, Presiden Joko Widodo menyalurkan program BPNT tersebut di GOR Cibubur, Jakarta Timur.

Dalam sambutannya Asisten I Kota Pekanbaru Azwar “Mengajak ibu-ibu penerima bantuan Pangan non tunai agar terus Semangat dalam perubahan dalam meraih keluarga Sejahtera Dan dapat menggunakan Bantuan yang Telah diberikan Pemerintah dengan Sebaik-baiknya”, beliau juga mengatakan bahwa Dana Bantuan Pangan Non Tunai ini tidak dapat ditarik tunai, namun hanya dapat digunakan membeli jenis pangan yang telah ditetapkan.

Untuk kecamatan Sail dalam kegiatan launching ini penerima Bantuan Pangan Non Tunai sebanyak 67 KPM dengan jumlah beras 670 kg dan Gula 134 kg, selain kecamatan sail dihari yang sama juga ada beberapa kecamatan yang melakukan penyerahan Bantuan Pangan Non Tunai ini diantaranya Kecamatan Bukitraya sebanyak 38 KPM, Kec. Lima Puluh sebanyak 59 KPM, Kec. Rumbai sebanyak 57 KPM dan Kec. Senapelan sebanyak 49 KPM. Untuk kecamatan lainnya akan menyusul penyerahan BPNT nya dikemudian hari.

Untuk saat ini penggunaan kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi semua keluarga penerima manfaat beras sejahtera (Rastra) diwilayah setempatsudah dapat digunakan.

"Peluncuran ini tadi ditandai dengan penyerahan mesin Electronic Data Capture (EDC) secara simbolik kepada agen BRIlink," kata Wakil Pemimpin wilayah BRI Pekanbaru Basuki Prabowo di Pekanbaru, Senin.

Dengan diluncurkannya secara simbolik kartu bantuan pangan non tunai tersebut, artinya terhitung saat ini penyaluran beras sejahtera bagi keluarga penerima manfaat sudah bisa dilakukan pada agen BRIlink yang ada di Pekanbaru.

"Bantuan ini akan dilakukan oleh BRI di seluruh wilayah Pekanbaru lewat agen BRIlinknya," terang Basuki lagi.

Disebutkan Basuki BRI sudah dipercaya pemerintah mengemban tugas sosial sebagai penyalur berbagai bantuan non tunai. Tujuannya agar program ini lebih efektif dan cepat.

Menurut Basuki tentu butuh proses setelah peluncuran, dimana pemerintah melalui Kementerian Sosial akan mengentri data penerima dan mengucurkan dananya ke BRI, kemudian link ke masing-masing daerah melalui data rekening kepemilikan kartu penerima manfaat.

"Setelah BRI membagikan kartunya maka keluarga penerima bantuan pangan non tunai bisa menggunakan untuk membeli kebutuhan beras, gula di Rumah Pangan Keluarga yang didirikan Bulog," ucapnya.

Ia menambahkan saat ini ada 480 kounter BRI  di Riau- Kepri dan 96 Pekanbaru siap melayani.

Disisi lain Pejabat Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger mengapresiasi peluncuran kartu BPNT ini karena akan membantu penerima manfaat lebih bijaksana lagi dalam membelanjakan uangnya.

"Atas nama Pemko saya mengucapkan terimakasih kepada semua BRI dan Bulog, saya menyadari ini sangat dibutuhkan meringankan beban masyaraka," ucap Edwar.

Edwar menilai kalau bantuan itu diberikan dalam berbentuk uang dampak phikologisnya akan cepat dipakai, selain juga dapat mengurangi penyimpangan dilapangan.

"Kami siap mendukung dan berharap penyaluran ini dapat memberikan dampak positif bagi semua, termasuk Bulog juga dengan tugasnya dan BRI dengan kartunya," Ucap Pj Wako.

Edwar berharap seluruh camat dan lurah dapat berkoordinasi untuk membantu sosialisas, jelasnya  (Adv-Dinas Sosial/Diskominfo)




Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
Profil | Redaksi | Index
Pedoman Berita Siber

Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan